Kamis, 03 September 2015

Kutemukan IPB di Hatiku



Sekitar dua bulan yang lalu, aku masih berada sebagai salah satu anggota pengayaan toefl di ITB dari 21 orang yang berbeda asalnya yang merupakan hadiah istimewa dari beasiswa LPDP. Sebagian besar dari kami berasal dari kampung yang masih memiliki rasa kepedulian antar sesama. Merekalah orang-orang yang selau mendukung dan memotivasiku untuk bergerak dan mendaftar universitas, akhirnya karena terlalu lama mengulur waktu sedangkan yang masih membuka pendaftaran untuk pascasarjana matematika dengan akreditasi A dalam negeri hanyalah UGM dan IPB, jika mendaftar di UGM pada waktu yang sangat singkat tanpa ada sertifikat toefl dan TPA rasanya sulit mengatur waktu dan harus izin dari kelas toefl yang berada di minggu-minggu persiapan tes akhir, so... kuurungkan niatku untuk mencari tahu tentang UGM dan kugali lagi mengenai jurusan dan pendaftaran pascasarjana matematika IPB, akhirnya aku memutuskan mendaftar pada jurusan Matematika Terapan.

Beberapa persyaratan yang kupersiapkan ialah proposal dan surat rekomendasi, tanpa TPA maupun sertifikat TOEFL. Ide proposal kugali dari hasil olimpiade komputasi matematikaku dua tahun lalu yaitu Identifikasi tanda tangan menggunakan software Matlab, Rekomendasi ku-urus melalui email ke-tiga orang dosenku yang masih bergelar master, yahh begitulah,  pengajar di matematika belum ada yang profesor di universitasku sebelumnya, sedangkan yang doktor masih beberapa dan hanya mengampu pada mata kuliah pilihan. Akhirnya dengan Basmallah tawakkal pada Allah, aku berhasil mengurus pendaftaran dan dinyatakan lulus dengan status percobaan.

Status PERCOBAAN??? Wowww, awalnya aku tidak faham dengan status itu. Tapi setelah mendengar kisah dari mulut ke mulut bak cerita rakyat, betapa status ini menjadi motivasi yang sangat luar biasa untuk memulai awal semester ini dengan usaha yang sungguh-sungguh dan hasil yang harus gemilang. Tak ada pilihan selain bertahan dan berjuang, karena aku yakin ketika orang lain bisa maka aku pun tidak boleh mundur dari barisan. “Aku adalah duta keluargaku” itulah kutipan mutiara yang menjadi motivasi luar biasa dari rektor IPB saat mengikuti upacara ulang tahun IPB beberapa hari lalu, tepatnya pada tanggal 1 September 2015.






Upacara ulang tahun IPB menurutku patut diacungi jempol, uppss tapi bukan karena aku duduk di tempat teduh bersama tamu karena telat datang ya... (yang satu ini dilarang keras untuk ditiru!!! :D). Ada beberapa hal yang diumumkan, mulai dari bis kampus berbahan bakar gas, mobil listrik, membebaskan ruas tertentu dari sepeda motor, dan mendorong penggunaan sepeda. cieee... IPB go green :) . Selain itu di penghujung acara ada tampilan seni musik angkluk dan tarian modern.

Ups sorry, ceritaku tidak sampai di sana, pada hari yang sama jeda 3,5 jam, motivasiku bagai ombak yang surut, uhuiii manusia tidak konsisten :( 
pada pukul 13.00 diadakan penyambutan dan ramah tamah oleh jurusan matematika terapan bagi mahasiswa baru pasca sarjana di gedung Alpha, IPB. Kami diberikan pencerahan, tips-tips supaya tidak kena DO (what?) karena IPK di bawah 3, serta bumbu-bumbu lainnya yang rasanya pedes-pedes asem campur kecut manis, upss sorry mungkin ini ekspresi karena statusku percobaan. Akhirnya saat mengisi KRS keesokan harinya, aku berniat waspada dan mengikuti saran yang diberikan saat penyambutan yakni untuk analisis real yang katanya “sering membuat IPK jadi down karna nilainya sedikit dan sulit” hanya diambil “sit in” yang berarti hanya mengikuti kuliah tanpa memperoleh nilai. :( Tapi masih bisa mengurus untuk mengambil nilai jika nilai terhitung bagus, misalnya A, AB, atau B.

Yah lagi-lagi bagai air laut yang pasang, esok hari kudengar lagi cerita untuk pengurusan pengambilan nilai yang bagus pada mata kuliah “sit in” sangat sulit dan harus memprogramkan bahasa inggris di samping 4 mata kuliah wajib yaitu analisis real, aljabar linier, persamaan differensial, dan metode numerik. Kuputuskan untuk mengulang KRS-ku dan meniadakan status “sit in” serta menambah kelas bahasa Inggris. Semoga saja ini pilihan yang terbaik dan menjadi pemicu untuk selalu belajar, karena jika dia bisa maka akupun harus bisa. Semangat :D





Tidak ada komentar:

Posting Komentar