Sekitar
dua bulan yang lalu, aku masih berada sebagai salah satu anggota pengayaan
toefl di ITB dari 21 orang yang berbeda asalnya yang merupakan hadiah istimewa
dari beasiswa LPDP. Sebagian besar dari kami berasal dari kampung yang masih
memiliki rasa kepedulian antar sesama. Merekalah orang-orang yang selau
mendukung dan memotivasiku untuk bergerak dan mendaftar universitas, akhirnya karena
terlalu lama mengulur waktu sedangkan yang masih membuka pendaftaran untuk
pascasarjana matematika dengan akreditasi A dalam negeri hanyalah UGM dan IPB,
jika mendaftar di UGM pada waktu yang sangat singkat tanpa ada sertifikat toefl
dan TPA rasanya sulit mengatur waktu dan harus izin dari kelas toefl yang
berada di minggu-minggu persiapan tes akhir, so... kuurungkan niatku untuk
mencari tahu tentang UGM dan kugali lagi mengenai jurusan dan pendaftaran
pascasarjana matematika IPB, akhirnya aku memutuskan mendaftar pada jurusan
Matematika Terapan.
Beberapa
persyaratan yang kupersiapkan ialah proposal dan surat rekomendasi, tanpa TPA
maupun sertifikat TOEFL. Ide proposal kugali dari hasil olimpiade komputasi
matematikaku dua tahun lalu yaitu Identifikasi tanda tangan menggunakan
software Matlab, Rekomendasi ku-urus melalui email ke-tiga orang dosenku yang
masih bergelar master, yahh begitulah, pengajar di
matematika belum ada yang profesor di universitasku sebelumnya, sedangkan yang doktor masih beberapa dan
hanya mengampu pada mata kuliah pilihan. Akhirnya dengan Basmallah tawakkal
pada Allah, aku berhasil mengurus pendaftaran dan dinyatakan lulus dengan
status percobaan.
Status
PERCOBAAN??? Wowww, awalnya aku tidak faham dengan status itu. Tapi setelah
mendengar kisah dari mulut ke mulut bak cerita rakyat, betapa status ini menjadi
motivasi yang sangat luar biasa untuk memulai awal semester ini dengan usaha
yang sungguh-sungguh dan hasil yang harus gemilang. Tak ada pilihan selain
bertahan dan berjuang, karena aku yakin ketika orang lain bisa maka aku pun
tidak boleh mundur dari barisan. “Aku adalah duta keluargaku” itulah kutipan
mutiara yang menjadi motivasi luar biasa dari rektor IPB saat mengikuti upacara
ulang tahun IPB beberapa hari lalu, tepatnya pada tanggal 1 September 2015.
Upacara
ulang tahun IPB menurutku patut diacungi jempol, uppss tapi bukan karena aku
duduk di tempat teduh bersama tamu karena telat datang ya... (yang satu ini
dilarang keras untuk ditiru!!! :D). Ada beberapa hal yang diumumkan, mulai dari
bis kampus berbahan bakar gas, mobil listrik, membebaskan ruas tertentu dari
sepeda motor, dan mendorong penggunaan sepeda. cieee... IPB go green :) . Selain itu di penghujung acara
ada tampilan seni musik angkluk dan tarian modern.
Ups
sorry, ceritaku tidak sampai di sana, pada hari yang sama jeda 3,5 jam, motivasiku bagai ombak yang surut, uhuiii manusia tidak konsisten :(
pada pukul 13.00 diadakan penyambutan dan ramah tamah oleh jurusan matematika terapan bagi mahasiswa baru pasca sarjana di gedung Alpha, IPB. Kami diberikan pencerahan, tips-tips supaya tidak kena DO (what?) karena IPK di bawah 3, serta bumbu-bumbu lainnya yang rasanya pedes-pedes asem campur kecut manis, upss sorry mungkin ini ekspresi karena statusku percobaan. Akhirnya saat mengisi KRS keesokan harinya, aku berniat waspada dan mengikuti saran yang diberikan saat penyambutan yakni untuk analisis real yang katanya “sering membuat IPK jadi down karna nilainya sedikit dan sulit” hanya diambil “sit in” yang berarti hanya mengikuti kuliah tanpa memperoleh nilai. :( Tapi masih bisa mengurus untuk mengambil nilai jika nilai terhitung bagus, misalnya A, AB, atau B.
pada pukul 13.00 diadakan penyambutan dan ramah tamah oleh jurusan matematika terapan bagi mahasiswa baru pasca sarjana di gedung Alpha, IPB. Kami diberikan pencerahan, tips-tips supaya tidak kena DO (what?) karena IPK di bawah 3, serta bumbu-bumbu lainnya yang rasanya pedes-pedes asem campur kecut manis, upss sorry mungkin ini ekspresi karena statusku percobaan. Akhirnya saat mengisi KRS keesokan harinya, aku berniat waspada dan mengikuti saran yang diberikan saat penyambutan yakni untuk analisis real yang katanya “sering membuat IPK jadi down karna nilainya sedikit dan sulit” hanya diambil “sit in” yang berarti hanya mengikuti kuliah tanpa memperoleh nilai. :( Tapi masih bisa mengurus untuk mengambil nilai jika nilai terhitung bagus, misalnya A, AB, atau B.
Yah
lagi-lagi bagai air laut yang pasang, esok hari kudengar lagi cerita untuk
pengurusan pengambilan nilai yang bagus pada mata kuliah “sit in” sangat sulit
dan harus memprogramkan bahasa inggris di samping 4 mata kuliah wajib yaitu
analisis real, aljabar linier, persamaan differensial, dan metode numerik.
Kuputuskan untuk mengulang KRS-ku dan meniadakan status “sit in” serta menambah
kelas bahasa Inggris. Semoga saja ini pilihan yang terbaik dan menjadi pemicu
untuk selalu belajar, karena jika dia bisa maka akupun harus bisa. Semangat :D




Tidak ada komentar:
Posting Komentar